Wednesday, October 13, 2010

Antara Akhlak Yang Harus Dimiliki Muslim dan Muslimah

Definasi Akhlak :
Dalam bahasa melayu, akhlak atau budi pekerti bermaksud kebiasaan atau watak. Secara terminologi, akhlak membawa maksud kebiasaan, tabiat, atau watak di dalam diri yang menjadi sumber terjadinya perbuatan.

salah satu Akhlak yang harus ada dalam jiwa Muslimin atau muslimat iyalah,

Tidak menyakiti orang lain.
“Orang Muslim adalah orang yang orang-orang Muslim lainnya selamat dari (keusilan) lidah dan tangannya. Dan orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah atas dirinya” H.R. Al-Bukhari dari Abdullah bin Amru.

Hadis tersebut menyatakan bahwa Muslim terbaik adalah Muslim yang menunaikan hak-hak kaum Muslimim lainnya dalam menjalankan hak-hak Allah, artinya orang Muslim harus mencegah diri dari menyakiti orang lain. Penyebutan lidah dan tangan adalah manifestasi cara menyakiti orang lain, baik secara verbal maupun fisik.

Menjaga mulut,
Lidah kelak menjadi cambuk siksaan di hari kiamat. Menjaga lidah adalah jalan menuju keselamatan. Semakin banyak berbicara akan semakin banyak tersilap. Oleh karena itu, berpikirlah sebelum berbicara dan jangan berbohong, berkata kasar, ghibah, mengejek,

Santun berbicara.
“Sesungguhnya seseorang mengatakan satu patah kata yang ia pandang tidak ada masalah. Padahal, sepatah kata itu menyebabkan ia harus mendekam di neraka selama tujuh puluh tahun.” (H.R. At-Tirmidzi dari Abu Hurairah r.a)

Kesantunan berbicara dimanifestasikan dalam tiga hal :
Berbicara pelan jangan mengeraskan suara, karena hal itu tidak sopan dan menyakitkan. Lelaki yang bersuara keras menunjukkan ia belum terdidik sempurna dan masih memerlukan mengkaji panjang tentang dirinya sendiri.
Memperhatikan pembicaraan lawan bicara dan tidak menjatuhkan harga dirinya hal ini dapat dicapai dengan tersenyum, berbicara sesuatu yang menjadi perhatian/kesenangan lawan bicara, dan semak cara lawan bicara dengan penuh perhatian.
Tidak memotong pembicaraan

Jangan berbohong.
“Tidak beriman seorang hamba dengan keimanan yang sepenuhnya sampai ia meninggalkan bohong meski dalam bergurau dan meninggalkan perdebatan meskipun dalam pihak benar” (H.R. Ahmad dari Abu Hurairah r.a. )

Iman dan kebohongan tidak boleh bersatu dalam hati seorang mukmin. Kebohongan akan mengarah kepada kemunafikan. Keduanya seperti dua sisi mata uang yang bersisian. Tidak ada yang bernama bohong putih atau bohong hitam, kebohongan kecil tetaplah ditulis sebagai kebohongan. Sikap seperti membanggakan diri, dan berkelakar juga dapat menjerumuskan kepada kebohongan. Bentuk kebohongan terbesar terhadap Allah adalah kebohongan dalam berniat, berjanji, ber alam dan memburukkan orang.

Bohong yang diperbolehkan adalah bohong untuk mendamaikan dua orang yang bersiteru, bohong dalam perang, dan bohong untuk menyenangkan suami/istri.

buat kau....
Setelah aku kaji dan aku selidiki 1 pun perkara diatas ada dalam jiwa dan fikiran kau.... ustaz aku pun pernah pesan, "seburuk mana, sejahat mana pun ibu atau bapa kamu, mereka tetap harus dihormati, kerana tanpa mereka, kamu tidak akan dapat hidup didunia ini." sejahat2 aku ni la... (dia orang kata aku Jahat Sangat...) aku tak pernah nak burukkan adik beradik atau ibu bapa dengan orang ramai. aku tak pernah meninggikan suara pada orang, walaupun masa tu orang sibuk untuk memburukan aku dan keluarga aku. tiada pulak nak bertumbuk dan menikam bapa aku hanya sebab duit KWSP, sebab aku sedar mereka yang membesarkan aku, berjuta duit mereka habis untuk membesarkan aku. (ya Allah... besar sungguh dosa kau pada ibu bapa kau, mungkin sembahyang 1000 tahun pun tak terhapus dosa kau. hanya Allah yang tahukan...) sedar lah darahnya mengalir dalam badan kamu, dalam badan anak kamu, itu jugalah darah mereka, macam mana kau benci mereka kau tetap darah daging mereka. Ya Allah, Aku maafkan dosa dia pada aku, dan hapuskanlah dosa dia kepada ibu bapanya, sesungguhnya Kau lah maha permurah dan maha mengasihani... Amin...

No comments: